Dilansir Reuters, sekitar 3.775 orang telah melarikan diri dari letusan Gunung Manam dan 11.047 orang dari letusan Gunung Ulawun. Para warga berlindung di pusat-pusat pengungsian.
Gunung Ulawun yang terletak di timur laut Papua Nugini di Britania Baru meletus pada Rabu (26/6) dan mengeluarkan abu vulkanik sekitar 18 kilometer ke udara.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Abu vulkanik yang disebabkan oleh kedua gunung tersebut berisi material kecil seperti kaca. Material ini bisa merusak paru-paru secara permanen bahkan dapat menyebabkan kematian.
Kepala Pusat Bencana Provinsi Britania Baru Barat Leo Mapmani mengatakan risiko kesehatan dari abu vulkanik yang jatuh juga menyebabkan ribuan penduduk tidak dapat kembali ke rumah mereka.
Salah seorang penduduk Pulau Manam, Jordan Sauba mengatakan kepada media setempat bahwa rumahnya hancur akibat abu vulkanik dan batu yang jatuh dari Gunung Manam.
"Kami tidak punya tempat untuk pergi sehingga kami pergi ke bawah rumah dan bersembunyi di sana selama setidaknya delapan jam," ujar Sauba.
Surveyor Geodetik Rabaul Volcano Observatory Steve Saunders memperkirakan Gunung Manam akan terus meletus dengan aliran lahar aktif dari puncak gunung ke laut.
"Satelit sedang memantau gas dan temperatur, kami juga memantau deformasi untuk melihat apakah ada peningkatan [aktivitas gunung berapi]," tutur Saunders. (din/eks)