Seperti dilansir Reuters, Selasa (2/7), setelah berbulan-bulan melakukan perundingan dengan sejumlah pihak berwenang setempat, Kementerian Lingkungan Hidup Perancis menginformasikan akan mengusulkan kebijakan mengurangi penggunaan air sebesar 10 persen dalam lima tahun ke depan, dan sekitar 25 persen dalam jangka 15 tahun dari sekarang.
"Air merupakan salah satu persoalan yang menjadi prioritas kami untuk berjuang menyelamatkan lingkungan," ujar Menteri Lingkungan Hidup Perancis, Francois de Rugy.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Untuk mengurangi penggunaan air tanah yang berlebihan, pemerintah setempat juga akan menerapkan tarif khusus bagi warga yang memiliki kolam renang di rumahnya.
"Kami akan menyiapkan kerangka kerja dan insentif bagi pihak berwenang setempat untuk mengambil langkah," tegas Wakil Menteri Lingkungan Hidup, Emmanuelle Wargon.
Selain itu, pemerintah Perancis juga berencana untuk memperketat syarat penggunaan air oleh sejumlah perusahaan industri, di antaranya sektor pembangunan pada 2022.
Sementara pada 2025 mendatang, pemerintah akan mulai meningkatkan penggunaan air hujan dan air limbah untuk menyiram tanaman, air di toilet, serta penggunaan lainnya kecuali untuk air minum.
[Gambas:Video CNN]
Marie-Ange yang merupakan kepala perusahaan pengolahan air Perancis, Suez, melaporkan bahwa daur ulang air di negara saat ini hanya sekitar satu persen. Hal ini sangat timpang jika dibandingkan dengan Spanyol dan Italia yang mencapai 10 persen. (ajw/ayp)