"Pasukan angkatan laut koalisi Saudi berhasil menggagalkan (serangan) oleh militan Houthi yang menargetkan kapal komersial di perairan selatan Laut Merah menggunakan kapal jebakan tanpa awak," ucap juru bicara koalisi yang dikutip kantor berita SPA.
"Pasukan koalisi melihat kapal tak berawak kemudian mencegat dan menghancurkannya."
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pada 2018, Saudi sempat menghentikan ekspor minyak melalui Bab al-Mandeb tak lama setelah Houthi menyerang sebuah kapal tanker di jalur strategis itu.
Selain insiden di Laut Merah, di hari yang sama koalisi Saudi juga mengklaim menggagalkan serangan pesawat tak berawak (drone) Houthi ke wilayahnya.
Houthi terus menggencarkan serangannya terhadap Saudi dalam satu bulan terakhir. Ini terjadi ketika ketegangan antara Iran dan AS, sekutu utama Saudi, terus memanas.
Pada akhir pekan lalu, koalisi Saudi mengklaim berhasil mencegat serangan drone Houthi yang menargetkan dua bandara sipil yakni Bandara Jizan dan Bandara Abha.
Perang sipil Yaman sendiri dilihat secara luas sebagai perang proxy antara Saudi dan Iran, dua kekuatan besar di Timur Tengah. Saudi selama ini membantu pemerintah Yaman untuk memberangus Houthi yang diduga disokong Iran.
Menurut kelompok kemanusiaan, hingga hari ini konflik sipil di Yaman telah merenggut puluhan ribu jiwa. Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) bahkan menganggap konflik yang telah berjalan selama empat tahun ini sebagai krisis kemanusiaan terburuk sepanjang sejarah. (rds/has)