Sebagian dari mereka, paparnya, sengaja membangun tenda dan berdiam di trotoar sebagai protes dan meluapkan frustrasi karena tak kunjung ditempatkan ke negara tujuan atau negara ketiga oleh Badan Pengungsi Perserikatan Bangsa-bangsa (UNHCR).
"Menurunnya komitmen negara ketiga untuk menerima pengungsi dan pendanaan bantuan yang diberikan oleh UNHCR atau badan internasional mendorong pengungsi yang transit ke Indonesia mengalami frustrasi. Jadi berdiam," paparnya menambahkan.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dia menuturkan sudah ada beberapa organisasi dan tempat yang menyatakan kesediaannya untuk menampung para pengungsi sementara.
"Dari sisi pemerintah, Kemlu RI, Kemenkopolhukam, dan Pemprov DKI bekerja sama dengan UNHCR, melihat cara paling baik untuk menangani masalah ini. Kami ingin mengembalikan mereka ke tempat penampungan atau community house," kata Achsanul.
Berdasarkan data Kementerian Luar Negeri RI ada sekitar 14 ribu pengungsi asing dari 43 negara yang berada di Indonesia.
Belasan ribu pengungsi itu mayoritas berasal dari Afghanistan, Somalia, Bangladesh, Myanmar, Sri Lanka hingga Iran.
Achsanul menuturkan sebagai negara yang tidak meratifikasi Konvensi Pengungsi 1951, Indonesia tidak memiliki kewajiban untuk menampung para pengungsi secara permanen.
[Gambas:Video CNN]
Meski begitu, paparnya, selama ini Indonesia mencoba menampung mereka sementara dan memberi bantuan berdasarkan alasan kemanusiaan. (rds/ayp)