"Claiborne dipercayakan dengan informasi istimewa sebagai pegawai pemerintah AS, dan dia menyalahgunakan kepercayaan itu dengan mengorbankan keamanan negara kita," ujar John Selleck selaku asisten direktur pelaksana Biro Investigasi Federal (FBI).
AFP melaporkan bahwa keputusan ini diambil setelah pada April lalu, Claiborne mengaku bersalah atas persekongkolannya dengan China untuk menipu AS.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Claiborne merupakan seorang spesialis manajemen di kantor Kementerian Luar Negeri AS yang barbasis di Beijing dan Shanghai. Ia terlibat dalam skandal bersama dua orang agen dari Kementerian Keamanan Luar Negeri China di awal tahun 2007.
Kementerian Kehakiman AS menyatakan dua agen asal China itu memberi uang "puluhan ribu dolar" kepada Claiborne dengan timbal balik bocoran dokumen dan informasi terkait aktivitas Kementerian Luar Negeri AS.
Di bulan yang sama, mantan agen CIA, Jerry Chun Shing Lee, mengaku bersalah atas tuduhan menjadi mata-mata Beijing.
Lee ditangkap pada Januari 2018 karena dicurigai memberikan informasi yang dibutuhkan Beijing untuk menjatuhkan jaringan informan CIA di China antara 2010 dan 2012. Ia diperkirakan akan menerima hukuman penjara seumur hidup.
Direktur FBI, Christopher Wray, memang menuturkan bahwa China merupakan ancaman intelijen paling serius bagi AS. (ajw/has)