Seperti dilansir Associated Press, Jumat (12/7), serangan itu terjadi di Distrik Pachirwa Agham, Provinsi Nangarhar.
Saksi melihat seorang anak masuk ke lokasi resepsi dan seketika terjadi ledakan. Peristiwa itu menewaskan lima orang dan melukai sebelas lainnya.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Kelompok Taliban serta sejumlah tokoh Afghanistan dan Amerika Serikat awal pekan ini kembali mengadakan perundingan damai di Qatar. Mereka menyatakan berjanji akan menjamin hak-hak perempuan asal sesuai syariat Islam.
Perundingan damai Taliban dan Amerika Serikat pun kembali dilanjutkan. Mereka bakal bernegosiasi terkait dengan solusi politik untuk mengakhiri perang yang sudah berlangsung selama 18 tahun.
Amerika Serikat menyerbu Afghanistan pada 2001, tidak lama setelah peristiwa serangan gedung World Trade Center pada 9 September 2001. Mereka menuduh Taliban menampung kelompok Al Qaidah yang saat itu dipimpin Osama bin Laden untuk merancang serangan ke AS.
[Gambas:Video CNN]
AS lantas menggandeng Pakta Pertahanan Atlantik Utara (NATO) untuk menggempur Taliban. Pemerintahan Taliban tumbang dan mereka menyingkir ke kawasan pegunungan.
Meski demikian, perlawanan Taliban terhadap AS tidak mengendur. Perlahan mereka memperluas wilayah kekuasaan dan pengaruh.
Presiden Donald Trump memutuskan bakal menarik pasukan dari Afghanistan tahun ini. Dia beralasan perang itu sudah tidak masuk akal karena menyedot anggaran cukup besar dan menewaskan ribuan prajurit AS. (ayp/ayp)