Seperti dilansir AFP, Senin (15/7), aparat kepolisian satuan anti huru-hara dikerahkan untuk menghalau para pengunjuk rasa yang berdemonstrasi hingga ke dalam Mal Sha Tin yang berada dekat pelabuhan setempat. Bentrokan itu terjadi pada malam hari.
Para pengunjuk rasa lantas lari ke dalam Mal Sha Tin. Aparat kepolisian menggunakan semprotan merica dan pentungan untuk menghalau massa demonstran.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sudah sebulan lebih Hong Kong bergejolak. Tuntutan para pengunjuk rasa kini juga melebar, dari semula hanya menuntut pembatalan pembahasan Rancangan Undang-Undang Ekstradisi.
Kini para aktivis mendesak reformasi pemerintahan serta mempertahankan kebebasan berpendapat di Hong Kong. Mereka juga menuntut RUU Ekstradisi dibatalkan seluruhnya, menggelar penyelidikan mandiri atas dugaan kekerasan polisi, pengampunan kepada para aktivis yang ditangkap, serta meminta pemimpin Hong Kong, Carrie Lam, turun dari jabatannya.
[Gambas:Video CNN]
Dalam perjanjian penyerahan kedaulatan dari Inggris pada 1997, China berjanji untuk membiarkan sistem pengadilan dan kebebasan berpendapat di Hong Kong. Namun, para pegiat setempat menyatakan selama 22 tahun ini ada kecenderungan China ingin semakin menancapkan pengaruh dan tidak menghormati perjanjian yang mereka buat sebelumnya. (ayp)