"Karena mereka mempunyai sistem rudal pertahanan udara buatan Rusia, kini mereka dilarang membeli 100 pesawat. Saya yakin itu membuat Lockheed tidak senang. Itu mempengaruhi banyak pekerjaan, dan sebenarnya saya selalu mempunyai hubungan baik dengan Erdogan (Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan)," ujar Trump dalam rapat kabinet, seperti dilansir CNN, Rabu (17/7).
Menurut mereka, Turki sebenarnya mau membeli rudal Patriot asal dengan syarat transfer teknologi. Permintaan itu yang tidak bisa dikabulkan AS.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pengiriman tahap pertama rudal S-400 sudah tiba di Turki. Perangkat itu dikirim dari Rusia menggunakan dua pesawat dan ditempatkan di pangkalan udara Murted, Ankara.
SSB menuturkan pengiriman S-400 akan berlanjut dalam beberapa hari ke depan menggunakan pesawat.
Lembaga Federal Rusia untuk Urusan Kerja Sama Teknis Militer mengonfirmasi pengiriman S-400 tersebut kepada kantor berita TASS.
Mengutip sumber diplomatik militer Rusia, TASS melaporkan bahwa pesawat lainnya yang membawa sejumlah bagian S-400 akan berangkat ke Turki "dalam waktu dekat."
Tahap ketiga pengiriman S-400 yang terdiri dari 120 rudal dikabarkan akan melalui jalur laut "yang kemungkinan besar berlangsung pada akhir musim panas" tahun ini.
[Gambas:Video CNN]
Pakta Pertahanan Atlantik Utara (NATO) juga telah mengungkapkan kekhawatirannya terkait pembelian S-400.
Aliansi pertahanan negara Eropa dan Amerika Utara itu telah berulang kali memperingatkan Turki, yang selama ini berupaya menjadi anggota Uni Eropa, bahwa S-400 tidak sesuai dengan sistem senjata NATO, termasuk jet tempur F-35. (ayp)