Seperti dilansir Associated Press, Rabu (17/7), penandatanganan kesepakatan antara kedua belah pihak dilakukan hari ini di Ibu Kota Khartoum. Sedangkan pembukaan undang-undang dasar sedang disusun dan diperkirakan akan selesai dalam beberapa hari ke depan.
Unjuk rasa besar-besaran dimulai pada 19 Desember 2018, ketika Omar al-Bashir memutuskan menaikkan harga roti tiga kali lipat. Gelombang unjuk rasa lantas menyebar ke penjuru Sudan dan mendesaknya mundur setelah tiga dasawarsa berkuasa.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
[Gambas:Video CNN]
Proses perundingan antara kedua kelompok ini pada sempat buntu. Oposisi menolak pemerintahan militer karena mengulangi masa pemerintahan Al-Bashir selama tiga dasawarsa yang juga dimulai dengan kudeta.
Kelompok sipil juga khawatir aspirasi supremasi pemerintahan sipil tidak terwujud dan cemas akan bernasib sama dengan negara tetangga mereka, Mesir. (ayp)