Dalam keterangan yang dilansir pada Kamis (18/7), Kedutaan Besar Republik Indonesia di London menyatakan pemberian penghargaan itu keliru. Menurut pemerintah Benny adalah tokoh separatis dan pendukung penggunaan kekerasan dalam mencapai tujuan politiknya untuk memisahkan Papua Barat dari Indonesia.
Benny mendapatkan suaka dari pemerintah Inggris pada 2002. Sejak itu dia terus berkampanye untuk memisahkan Papua Barat dari kantornya di Oxford.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pemerintah Inggris menyatakan tetap mendukung penuh kedaulatan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI), dan pemberian penghargaan kepada Benny tidak mewakili negara.
Lihat juga:Kontroversi Pemimpin Separatis Papua ke PBB |
Pemerintah menyatakan pemberian penghargaan kepada Benny memperlihatkan Dewan Kota Oxford tidak memahami sepak terjang Benny dan kelompok separatis.
Pemerintah menyatakan sikap Dewan Kota Oxford justru melukai perasaan rakyat Indonesia, setelah mereka mendukung gerakan Papua Merdeka dan memberi izin pembukaan kantor Free West Papua Campaign di Oxford pada 2013 lalu.
[Gambas:Video CNN]
"Pemberian penghargaan kepada orang tersebut juga mengurangi kredibilitas kota Oxford sebagai salah satu pusat pendidikan terkemuka di dunia," lanjut KBRI London. (ayp)