Hal tersebut dilaporkan langsung oleh seorang pejabat tinggi Korsel pada Sabtu (20/7) pekan lalu. Pelaksanaan latihan gabungan ini menunjukkan AS dan Korsel tidak menggubris keberatan yang diajukan Pyongyang.
Juru bicara Kementerian Luar Negeri Korut mengatakan pada Selasa (16/7) pekan lalu bahwa Trump sempat menegaskan kembali dalam pertemuannya dengan Kim bulan lalu bahwa latihan gabungan itu akan dihentikan. Namun, melihat keputusan AS untuk tetap melanjutkan latihan militer, Korut menganggap AS telah melanggar kesepakatan yang dibuat dalam konferensi di Singapura tahun lalu.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Choi juga menuturkan bahwa latihan perang yang akan digelar bulan depan sebagian besar akan melibatkan simulasi komputer daripada mengerahkan pasukan.
"Sejauh yang saya tahu, Presiden Trump tidak berjanji untuk membatalkan latihan militer gabungan itu. Jika ia (Trump) memang melakukan itu, kami mungkin sudah berkonsultasi dan mengorganisirnya serta menggunakannya dengan sangat strategis," kata Choi.
Choi juga mengatakan bahwa AS dan Korsel telah menangguhkan latihan dengan skala besar serta membatalkan latihan gabungan kedua setelah KTT di Singapura pada Juni 2018 lalu.
[Gambas:Video CNN]
Menteri Luar Negeri AS, Mike Pompeo pun tak mengindahkan ancaman Korut awal pekan ini. Sementara itu, pertemuan kedua Trump dengan Kim pada Februari lalu gagal menghasilkan kesepakatan. (ajw/ayp)