AFP melaporkan bahwa ISIS merilis klaim tersebut tak lama setelah bom meledak di daerah Qadam dan menewaskan satu warga sipil.
"Satu warga sipil tewas ketika bom IED yang ditanam di dalam mobil meledak," demikian laporan kantor berita Suriah, SANA.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Ini bukan bom pertama di ibu kota Suriah selama beberapa bulan belakangan. Namun, bom ini merupakan serangan pertama yang diklaim oleh ISIS setelah kelompok militan itu didepak dari ibu kota pada Mei 2018 lalu.
ISIS memang dilaporkan mulai kehilangan cengkeramannya di Suriah setelah gempuran besar-besaran pasukan rezim Bashar Al-Assad dan Rusia, juga koalisi pimpinan Amerika Serikat.
Kini, jumlah serangan di Suriah secara umum pun dilaporkan berangsur turun, hingga hampir mencapai titik paling rendah sejak perang pecah pada 2011 lalu.
Selama perang berkecamuk di Suriah, lebih dari 370 ribu orang tewas dan jutaan lainnya terpaksa mengungsi. (has)