Dalam surat terbuka menjelang demonstrasi pada Jumat (2/8), sekelompok PNS itu menjabarkan tiga tuntutan yang akan mereka sampaikan kepada pemimpin eksekutif Hong Kong, Carrie Lam.
Selain itu, mereka juga akan mendesak pemerintah untuk tidak menyebut aksi protes besar-besaran selama dua bulan belakangan ini sebagai kerusuhan.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Sekarang ini rakyat Hong Kong sudah di ambang kehancuran. Warga Hong Kong selalu bersikap baik dan menikmati kebebasan tingkat tinggi. Memalukan ketika kita harus melihat penindasan ekstrem seperti ini," bunyi kutipan surat terbuka tersebut.
Menanggapi surat terbuka ini, pemerintah pusat merilis pernyataan yang berisi peringatan agar 180 ribu PNS Hong Kong tetap netral.
[Gambas:Video CNN]
"Di momen sulit ini, rekan-rekan pemerintahan harus tetap bersatu dan bekerja sama menjunjung nilai utama pelayanan masyarakat dan tidak membawa dampak buruk pada efektivitas operasional pemerintahan," tulis pemerintah pusat Hong Kong.
Situasi politik di Hong Kong memang sedang bergolak menyusul serangkaian demonstrasi besar-besaran dalam dua bulan belakangan yang kerap berujung ricuh.
Berawal dari penolakan rancangan undang-undang ekstradisi, demonstrasi tersebut berkembang dengan tuntutan untuk membebaskan diri dari China. (has)