Seperti dilansir asiaone, Senin (5/8), aparat menyatakan dari hasil pemeriksaan kepada tujuh orang itu tidak ditemukan unsur politik atau lainnya dalam kejadian itu. Menurut Kepala Kepolisian Metropolitan Divisi 4, Teerapong Wongratpitak, tujuh orang yang ditahan berusia antara 15 sampai 17 tahun yang merupakan pelajar sekolah teknik menengah.
Polisi juga menemukan dua bom rakitan yang belum meledak di depan gerai swalayan 7-Eleven di Jalan Tiwanon, Provinsi Nonthaburi. Bom itu juga dibuat oleh para pelajar STM yang telah ditahan.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Perdana Menteri Prayut Chan-o-cha memerintahkan aparat menyelidiki kejadian itu hingga tuntas.
Di sisi lain, orang tua dari seorang tersangka pengancam bom di Bangkok pada pekan lalu mengajukan izin kepada aparat supaya bisa menjenguk sang anak. Namun, dia juga sedih karena aparat tidak segera memberitahu telah menahan sang anak.
"Saya berharap bisa mendengarkan suara anak saya," kata Rohaning Sae-nage, ibu dari Lu-ai Sae-nage.
[Gambas:Video CNN]
Lu-ai dan Wildon Maha ditangkap polisi karena dituduh menjadi pelaku ancaman bom palsu pada Jumat pekan lalu. Keluarga keduanya bermukim di Narathiwat yang bergolak.
Rohaning membantah anaknya terlibat membuat ancaman terorisme palsu. Dia dan keluarganya berencana tinggal sementara di Bangkok hingga mendapat kejelasan kondisi tentang sang anak. (ayp)