AS-Korsel Kembali Gelar Latihan Perang Gabungan
CNN Indonesia
Selasa, 06 Agu 2019 02:28 WIB
Jakarta, CNN Indonesia -- Angkatan bersenjata Amerika Serikat dan Korea Selatan memulai latihan perang bersama. Padahal, Korea Utara sudah memperingatkan negara tetangganya itu bahkan dengan beberapa kali meluncurkan rudal.
"Latihan gabungan ini untuk melatih kemampuan Korea Selatan untuk mengambil alih kendali operasional di masa perang yang sedang dipersiapkan," demikian isi pernyataan Kementerian Pertahanan Korsel, seperti dilansir AFP, Senin (5/8).
Dalam pakta pertahanan antara Amerika Serikat dan Korsel, perwira tinggi militer AS akan mengambil alih komando pasukan gabungan saat perang. Korsel sejak lama ingin mengubah hal itu.
Pemimpin Tertinggi Kim Jong-un sudah memperingatkan Korsel untuk tidak melanjutkan rencana itu.
Pada Rabu pekan lalu Korut meluncurkan dua rudal. Kemudian pada 25 Juni lalu, Korut menyatakan mereka menguji dua rudal balistik jenis baru yang terbang sejauh 690 kilometer sebelum jatuh ke laut.
Korut juga dilaporkan tengah membangun kapal selam yang diduga bisa meluncurkan rudal balistik.
Presiden Donald Trump menyatakan tidak mempersoalkan sikap Korut yang kembali melakukan uji rudal.
Menteri Luar Negeri AS Mike Pompeo meyakini bahwa dialog antara kedua belah pihak akan tetap berlanjut dan menganggap uji coba rudal terbaru kemarin merupakan taktik negosiasi Korut saja.
[Gambas:Video CNN] (ayp)
"Latihan gabungan ini untuk melatih kemampuan Korea Selatan untuk mengambil alih kendali operasional di masa perang yang sedang dipersiapkan," demikian isi pernyataan Kementerian Pertahanan Korsel, seperti dilansir AFP, Senin (5/8).
Lihat juga:Korut Luncurkan Rudal Dua Kali dalam Sepekan |
Pemimpin Tertinggi Kim Jong-un sudah memperingatkan Korsel untuk tidak melanjutkan rencana itu.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Presiden Donald Trump menyatakan tidak mempersoalkan sikap Korut yang kembali melakukan uji rudal.
Menteri Luar Negeri AS Mike Pompeo meyakini bahwa dialog antara kedua belah pihak akan tetap berlanjut dan menganggap uji coba rudal terbaru kemarin merupakan taktik negosiasi Korut saja.
[Gambas:Video CNN] (ayp)