Dilansir CNN, Rabu (7/8), kabar meninggalnya sang presiden sempat beredar pada Juli lalu ditambah lagi dengan menghilangnya Berdymukhamedov dari hadapan publik selama beberapa pekan.
Sebuah media Rusia pun pernah memberitakan kabar wafatnya Berdymukhamedov, setelah seorang analis mengatakan kepada stasiun radio di Moskow bahwa kabar itu telah dibenarkan oleh seorang pengusaha asal Turkmenistan, yang mengklaim memiliki koneksi dengan polisi rahasia di negaranya.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dalam pemberitaan tersebut, terlihat foto sang presiden tengah meninjau halte bus. Kemudian, pada Minggu (4/8), seorang penyiar radio Turkmenistan, Watan Habarlary, memberikan informasi rinci terkait kegiatan sang presiden baru-baru ini. Namun, tidak diketahui kapan rekaman itu diambil.
Laporan berdurasi 25 menit tersebut memberitakan kegiatan yang biasa dilakukan Berdymukhamedov seperti menunggangi kuda, mengarang musik, serta bermain bowling. Sang presiden juga terekam sedang mengitari Gurun Karakum dengan mobil rally sebelum akhirnya berkendara mengelilingi Kawah Darvaza yang terkenal di Turkmenistan.
Kawah Darvaza yang dijuluki 'Gerbang Neraka' di Turkmenistan. (Istockphoto/Iwanami_Photos) |
Kawah berapi itu diyakini telah terbentuk sejak 1971 silam ketika sejumlah ahli geologi asal Soviet tengah mencari minyak. Menyadari bahwa mereka menemukan sebuah gua gas alam, para ahli itu kemudian menyalakan api di dalamnya guna menghentikan penyebaran metana.
Di sisi lain, organisasi pemerhati hak asasi manusia Human Rights Watch menuduh Berdymukhamedov beserta kroninya menjadi diktator.
HRW juga menginformasikan bahwa media berita luar negeri memiliki akses yang terbatas di Turkmenistan. Pemerintah setempat juga akan menindas rakyat yang hendak menyuarakan kebebasan beragama dan berpolitik.
Tak hanya itu, pemerintah setempat juga melarang terbentuknya lembaga pengawas yang independen di Turkmenistan. (ajw/ayp)
Kawah Darvaza yang dijuluki 'Gerbang Neraka' di Turkmenistan. (Istockphoto/Iwanami_Photos)