Seperti dilansir AFP, para pengunjuk rasa yang sebagian besar muda-mudi dengan mengenakan setelah pakaian hitam-hitam berdatangan ke bandara Hong Kong sejak pagi waktu setempat. Mereka melakukan aksi dengan duduk-duduki di terminal kedatangan dan keberangkatan.
"Selamatkan Hong Kong dari tirani dan kekerasan polisi," demikian isi salah satu spanduk yang dibawa pengunjuk rasa.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Mereka juga menempelkan ratusan kertas catatan di meja informasi. Aksi unjuk rasa ini menandai tiga bulan pergolakan yang terjadi di Hong Kong.
Amerika Serikat dan Australia sudah menerbitkan peringatan perjalanan bagi warga negara masing-masing yang hendak bepergian ke Hong Kong.
Aksi besar-besaran ini sendiri bermula pada tiga bulan lalu. Awalnya, para demonstran menuntut pemerintah membatalkan pembahasan rancangan undang-undang ekstradisi yang memungkinkan tersangka satu kasus diadili di negara lain, termasuk China.
[Gambas:Video CNN]
Para demonstran tak terima karena menganggap sistem peradilan di China kerap kali bias, terutama jika berkaitan dengan Hong Kong sebagai wilayah otonom yang masih dianggap bagian dari daerah kedaulatan Beijing.
Berawal dari penolakan rancangan undang-undang ekstradisi, demonstrasi itu pun berkembang dengan tuntutan untuk membebaskan diri dari China. (ayp/ayp)