Berdasarkan laporan AFP, Selasa (13/8), Direktur Eksekutif Cathay Pacific, Rupert Hogg, menegaskan bakal menghukum pegawainya yang terlibat demonstrasi pro-demokrasi di Hong Kong. Sebab, maskapai itu bermarkas di Hong Kong dan melayani banyak rute penerbangan ke China daratan.
"Konsekuensi yang didapat bisa saja serius hingga meliputi pemutusan hubungan kerja," lanjut Hogg.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Peringatan ini diterbitkan setelah Badan Penerbangan Sipil China menerbitkan aturan seluruh maskapai yang terbang menuju atau hanya melintas di negara itu untuk mengirim daftar awak pesawat.
Cathay Pacific membatalkan lebih dari 150 jadwal penerbangan pada pekan lalu akibat aksi unjuk rasa di Hong Kong.
Selain itu, mereka juga telah mengistirahatkan seorang pilot yang diduga ikut serta dalam aksi unjuk rasa Hong Kong. Sedangkan dua orang pegawai bandara dipecat karena diduga membocorkan rencana perjalanan tim sepak bola kepolisian Hong Kong ke China.
[Gambas:Video CNN] (fls/ayp)