Meski demikian, Gubernur Arkhangelsk, Igor Orlov, membantah kabar evakuasi itu. Padahal menurut pemerintah pusat, mereka mengirimkan kereta khusus yang disebut antiradiasi untuk mengangkut warga setempat.
Insiden itu dilaporkan menewaskan lima pakar di lokasi kejadian. Para ahli menduga militer Rusia sedang menguji mesin pendorong rudal berkecepatan hipersonik dengan bahan bakar isotop nuklir.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Akibat insiden di lokasi rahasia itu, lima orang meninggal. Tingkat radiasi gamma di Severodinsk juga dilaporkan meningkat tajam sampai 16 kali lipat selama dua jam selepas kejadian.
Badan Tenaga Atom Rusia (Rosatom) membenarkan terjadi ledakan ketika uji coba sumber tenaga isotop nuklir dalam mesin pendorong rudal berbahan bakar cair.
Di sisi lain, Rusia menutup sebuah teluk di Laut Putih, yang menjadi lokasi ledakan yang diduga berlangsung di anjungan lepas pantai. Mereka juga mengutus kapal Serebryanak yang digunakan untuk memeriksa kandungan radioaktif.
Warga setempat dilaporkan berbondong-bondong ke apotek untuk membeli pil penangkal radiasi, Iodide. Bahkan, saat terjadi ledakan, Kementerian Penanggulangan Bencana Rusia sempat menyiarkan peringatan supaya warga mewaspadai badai, yang sebenarnya tidak pernah terjadi.
[Gambas:Twitter]
Menurut kantor berita Tass, tim medis yang pertama kali menangani korban dalam kejadian itu dilarikan ke Moskow untuk diperiksa kesehatannya. Mereka dilaporkan mengenakan pakaian khusus antiradiasi dan alat pernapasan setelah terjadi insiden. Mereka juga dilaporkan diminta meneken perjanjian supaya tutup mulut tentang insiden yang terjadi.
[Gambas:Video CNN] (ayp/ayp)