Militer Israel mengklaim berhasil mengintersepsi proyektil tersebut dengan sistem pertahanan rudal Iron Doma.
Juru bicara tentara Israel mengatakan bahwa ini merupakan serangan pertama sejak 12 Juli lalu.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sejumlah pengunjuk rasa melemparkan granat tangan dan alat peledak ke arah tentara, kemudian berupaya memanjat pagar pembatas.
Warga Palestina sendiri sudah menggelar aksi demonstrasi besar-besaran setiap Jumat sejak Maret 2018 lalu di Jalur Gaza.
Aksi "The Great March of Return" itu dilakukan sebagai bentuk protes rakyat Palestina. Mereka menuntut hak untuk kembali ke tanah yang diduduki Israel sejak 1948.
[Gambas:Video CNN]
Tak jarang, protes yang dilakukan tepat di depan perbatasan Israel itu memicu kericuhan hingga menyebabkan bentrokan antara warga Palestina dan militer Israel.
Militer Israel tak segan melontarkan tembakan ke arah pendemo yang dianggapnya "mengancam keamanan Israel."
Israel menyatakan tindakannya itu diperlukan untuk mempertahankan keamanan di perbatasan dan menghentikan serangan massal ke wilayahnya.
Setidaknya 302 warga Palestina tewas di tangan tentara Israel sejak protes besar-besaran itu berlangsung. (has)