"Saya rasa akan sangat sulit menyepakati sesuatu jika mereka melakukan kekerasan, apalagi jika ada tragedi Tiananmen lain. Saya rasa akan sangat sulit jika mereka melakukan kekerasan," ujar Trump sebagaimana dikutip AFP.
Trump melontarkan pernyataan ini ketika para pejabat tinggi AS dan China sedang merencanakan pertemuan untuk menggodok perjanjian demi mengakhiri perang dagang kedua negara.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"September, pertemuan masih berjalan seperti yang saya pahami. Tapi, saya pikir lebih penting daripada September adalah kami berbicara melalui telepon, dan kami melakukan pembicaraan yang sangat produktif," ujarnya dikutip Reuters, Jumat (16/8).
Hong Kong sendiri kini sedang bergolak akibat aksi demonstrasi besar-besaran sejak Juni lalu yang kerap berakhir ricuh.
Rangkaian demonstrasi ini sudah bermula sejak dua bulan lalu. Awalnya, para demonstran menuntut pemerintah membatalkan pembahasan rancangan undang-undang ekstradisi yang memungkinkan tersangka satu kasus diadili di negara lain, termasuk China.
[Gambas:Video CNN]
Para demonstran tak terima karena menganggap sistem peradilan di China kerap kali bias, terutama jika berkaitan dengan Hong Kong sebagai wilayah otonom yang masih dianggap bagian dari daerah kedaulatan Beijing.
Berawal dari penolakan rancangan undang-undang ekstradisi, demonstrasi itu pun berkembang dengan tuntutan untuk membebaskan diri dari China.