Berdasarkan situs Marine Traffic, kapal supertanker itu terlihat meninggalkan Gibraltar pada Minggu malam dan berlayar menuju selatan.
Namun, kapal tersebut terlihat berbelok ke arah timur pada Senin (19/8) pagi. Hingga kini, belum jelas tujuan akhir Grace 1.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Setelah sebulan lebih disita, seorang hakim Gibraltar memerintahkan pembebasan Grace 1 pada pekan lalu.
Gibraltar menuturkan keputusan membebaskan Grace 1 dilakukan setelah pihaknya menerima jaminan dari pemerintah Iran bahwa kapal tanker itu tidak berlayar menuju negara mana pun yang menjadi subjek sanksi Uni Eropa.
Washington menuduh Grace 1 mendukung pengiriman ilegal yang dilakukan oleh angkatan bersenjata Iran, Pasukan Garda Revolusi, ke Suriah.
AS selama ini menganggap Pasukan Garda Revolusi sebagai kelompok teroris. Mereka pun mengancam tidak akan memberikan visa kepada awak kapal tanker itu.
[Gambas:Video CNN]
Namun, pihak Gibraltar menolak permintaan AS. Pulau di selatan Spanyol itu menyatakan tak bisa mengeluarkan perintah penahanan Grace 1 karena sanksi AS kepada Iran tidak berlaku di Uni Eropa.
Sementara itu, Iran sendiri sudah menjamin kapal itu tidak akan berlayar ke Suriah. Namun, Iran membantah mereka memberikan jaminan itu agar Grace 1 bisa dibebaskan.
"Iran tidak memberikan jaminan Grace 1 tidak akan ke Suriah hanya agar kapal itu dibebaskan," ucap juru bicara Menteri Luar Negeri Iran, Abbas Mousavi, seperti dikutip kantor berita Iran. (rds/has)