Dikutip dari Reuters, berdasarkan siaran kantor berita Korea Utara KCNA, pada Minggu (25/8), Kim Jong Un tengah mengawasi uji coba peluncur roket ganda 'super-besar' pada Sabtu (24/8).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Menurut KCNA, Kim mengatakan Korea Utara harus meningkatkan pengembangan senjata baru untuk melawan ancaman dan tekanan pasukan musuh.
Presiden AS Donald Trump mengaku tak senang dengan uji senjata terbaru Korut. (REUTERS/Jonathan Ernst) |
Terpisah, dalam pertemuan G7 di Prancis, Trump mengaku tak senang dengan peluncuran rudal itu. Namun, ia menyebut hal itu bukan bentuk pelanggaran perjanjian.
"Saya tidak senang tentang itu, tetapi sekali lagi dia (Jong-un) tidak melanggar perjanjian," kata Trump, merujuk pada kesepakatan antara kedua pemimpin yang melarang penembakan rudal balistik jarak jauh.
Sementara, Perdana Menteri Jepang Shinzo Abe mengatakan uji coba rudal terbaru Korea Utara adalah pelanggaran yang jelas terhadap aturan PBB yang "sangat disesalkan".
Vipin Narang, profesor di Massachusetts Institute of Technology, menyebut tes rudal terbaru Korut itu menjadi "sistem rudal baru keempat yang telah diluncurkan oleh Korea Utara sejak penundaan [di] Hanoi".
Foto: CNN Indonesia/Timothy Loen |
Diketahui, Trump dan Kim sempat menggelar pertemuan puncak di Hanoi, Vietnam, Februari. Namun, gelaran itu gagal menghasilkan kesepakatan soal denuklirisasi Korut.
[Gambas:Video CNN] (reuters/afp/arh)
Presiden AS Donald Trump mengaku tak senang dengan uji senjata terbaru Korut. (
Foto: CNN Indonesia/Timothy Loen