"Keduanya meninggal dalam perjalanan ke rumah sakit," kata Kepala Kepolisian Cox's Bazar, Bangladesh, Inspektur Rasel Ahmad, seperti dilansir AFP, Senin (26/8).
Ahmad menyatakan kedua orang itu diduga kuat sebagai tersangka pembunuh Faruk. Dia mengatakan tersangka terlebih dulu menyerang ketika aparat melakukan penggerebekan.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Warga Rohingya sangat keliru karena memancing amarah penduduk setempat. Kami meminta keadilan secepatnya," kata salah satu kawan mendiang, Abdul Matin.
Meski demikian, seorang pegiat hak asasi manusia setempat curiga dengan kejadian itu. Dia menduga operasi polisi itu hanya akal-akalan untuk menyalahkan etnis Rohingya.
Peristiwa ini terjadi dua hari selepas upaya kedua pemulangan etnis Rohingya dari Bangladesh ke kampung halaman mereka di Myanmar. Namun, proses gagal karena tidak ada satupun etnis Rohingya yang melintasi perbatasan menuju Negara Bagian Rakhine di Myanmar.
[Gambas:Video CNN]
Etnis Rohingya khawatir mereka menjadi korban karena di Rakhine juga sedang pecah pemberontakan oleh kelompok etnis selain mereka.
Sekitar 740 ribu orang etnis Rohingya kabur ke perbatasan Bangladesh untuk menghindari persekusi dari pasukan dan kelompok radikal Myanmar. (ayp/ayp)