Dalam pemberitahuan singkat, Otoritas Administrasi Keamanan Maritim Wilayah Zhejiang menuturkan akan menghentikan pergerakan keluar masuk kapal ke perairan itu selama 48 jam. Aturan itu mulai berlaku pagi ini sekitar pukul 06.00 waktu setempat.
Akan tetapi, surat kabar nasional China, Global Times, menuturkan latihan militer tersebut merupakan "latihan tembak-menembak langsung."
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dilansir AFP, militer China juga telah menggelar latihan militer besar di dekat Selat Taiwan pada akhir Juli lalu.
Seorang pengamat China dari Universitas Macquarie di Sydney, Adam Ni, mengatakan latihan militer itu dilakukan Beijing untuk "mempersiapkan diri menghadapi konflik dan juga mencegah Taiwan menempuh jalan kemerdekaan."
Latihan militer ini digelar di tengah meningkatnya ketegangan di kawasan setelah China menyatakan bakal mengerahkan kekuatan militer untuk menggagalkan upaya Taiwan memerdekakan diri.
Ancaman ini tercatat dalam buku putih pertahanan China yang dirilis pekan lalu. Dalam dokumen itu, China juga menuduh Amerika Serikat menggunakan pengaruh politik untuk merusak stabilitas global.
Relasi Beijing dan Taipei memang terus memburuk ketika Tsai Ing-wen menjabat sebagai presiden Taiwan sejak 2016 lalu.
Sejak menjabat sebagai Presiden Taiwan, Tsai terus berupaya meraup dukungan global dan mendorong upaya memerdekakan diri dari Taiwan.
[Gambas:Video CNN]
Sementara itu, China melihat Taiwan sebagai wilayah pembangkang yang ingin memisahkan diri. Sebagai hukuman, Beijing memutus jalur komunikasi resmi, memperbanyak latihan militer, dan memberikan tekanan ekonomi terhadap Taiwan. (rds/ayp)