Lopez Obrador mengatakan bahwa kamera pengintai tersebut ditemukan di dalam ruang rapat yang biasa digunakan untuk pertemuan penting bersama dengan kabinet.
"Bayangkan saja, mereka sudah merekam kami di ruang rapat, di sini, di Istana," ujar Lopez Obrador, Kamis (29/8), melansir Reuters.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Selama kampanye pemilihan presiden tahun 2018 lalu, Lopez Obrador mengaku bahwa dia dan keluarganya merupakan korban mata-mata.
Presiden sebelumnya, Enrique Pena Nieto menghadapi kritik tak berujung atas dugaan pengintaian yang dilakukan oleh negara. Banyak laporan yang diterbitkan menyebutkan bahwa para jurnalis, aktivis, dan politisi kerap diintai melalui kamera tersembunyi.
[Gambas:Video CNN] (asr/asr)