Sirine-sirine di seluruh negeri dilaporkan kompak berbunyi pada Jumat siang waktu setempat. Sementara stasiun televisi serta radio memutarkan lagu nasional Pakistan dan Kashmir.
Sementara itu, di ibu kota Islamabad, Khan menyampaikan orasinya di depan ribuan demonstran yang berkumpul di Constitution Avenue, tepatnya di depan kantor-kantor pemerintahan.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kami akan berjuang untuk Kashmir sampai titik nafas terakhir kami," kata Khan seperti dikutip AFP.
Dalam orasinya, Khan turut menyerang Perdana Menteri India Narendra Modi. Khan bahkan membandingkan pemerintahan Modi seperti kepemimpinan Ketua Partai Nazi Jerman, Adolf Hitler.
Pencabutan status otonomi itu dilakukan Modi menyusul bentrokan yang kembali pecah di perbatasan kedua negara di Kashmir pada akhir Juli lalu. Insiden itu menewaskan empat personel India dan tiga militan.
Pakistan mengecam pencabutan status otonomi tersebut hingga mengancam akan mengusir duta besar India di Islamabad.
Khan juga berencana membawa isu Kashmir saat dirinya menghadiri Majelis Umum Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) di New York pada September mendatang.
[Gambas:Video CNN]
Khan bahkan tengah mempertimbangkan menutup jalur perdagangan India menuju Afghanistan melalui negaranya. Ia juga berencana menutup seluruh jalur udara India yang melawati negaranya sebagai bentuk bentuk protes terhadap keputusan Modi. (rds/ayp)