Pedemo Hong Kong Kepung Stasiun MRT Buat Jadwal Kereta Kacau

CNN Indonesia
Senin, 02 Sep 2019 11:37 WIB
Para pedemo Hong Kong kembali menggelar demonstrasi dengan menyerbu sejumlah stasiun utama kereta bawah tanah pada Senin (2/9) pagi waktu setempat. Ilustrasi stasiun MRT Hong Kong yang menjadi lokasi unjuk rasa. (Istockphoto/estherpoon)
Jakarta, CNN Indonesia -- Tak puas menggelar protes selama akhir pekan lalu, para pedemo Hong Kong kembali menggelar demonstrasi dengan menyerbu sejumlah stasiun utama kereta bawah tanah (The Mass Transit Railway/MTR) pada Senin (2/9) pagi waktu setempat.

Ratusan pedemo berpakaian serba hitam dan penutup wajah dilaporkan menyerbu stasiun MTR di Kowloon Tong, Fortress Hill, Yau Ma Tei, Prince Edward, dan Mang Kok sejak pukul 07.20 waktu lokal. Hal itu menyebabkan jadwal keberangkatan kereta di jam sibuk itu menjadi molor dan kacau.
Sekelompok pedemo menempelkan kotak-kotak tisu di pintu gerbong untuk mencegah kereta pergi. Beberapa pengunjuk rasa bahkan menggunakan payung dan tubuh mereka untuk mencegah penumpang masuk dan keluar gerbong kereta.

Sekelompok pedemo bahkan dilaporkan merusak sejumlah fasilitas seperti pintu masuk dan mesin tiket di stasiun Tung Chung.

Sejumlah rekaman video yang tersebar di media sosial menunjukkan aparat kepolisian menangkap dan memukul kerumunan pedemo yang meringkuk di dalam gerbong kereta.

Seperti dilansir The Straits Times, sejumlah portal berita lokal seperti HK01 melaporkan beberapa pedemo ditahan kepolisian sekitar pukul 11.00 waktu Hong Kong.
Sementara itu, operator MTR menuturkan seluruh stasiun kereta akan tetap dibuka meski sedikitnya 44 stasiun mengalami kerusakan akibat protes selama akhir pekan lalu.

Hari ini, para mahasiswa Hong Kong juga dilaporkan akan menggelar aksi boikot tahun pelajaran baru usai liburan musim panas. Dilansir AFP, para mahasiswa tersebut diperkirakan akan menggelar aksi mogok belajar selama dua pekan ke depan.

Hong Kong terus terperosok ke dalam krisis politik terparah dalam sejarah setelah jutaan orang turun ke jalan menggelar protes anti-pemerintah sejak awal Juni lalu.

Protes bermula dari penolakan masyarakat terhadap Rancangan Undang-Undang Ekstradisi. RUU itu mengizinkan Hong Kong mengekstradisi tahanan ke China, yang dikhawatirkan menjadi pasal karet untuk menjerat para aktivis pro demokrasi.

Meski pemerintah dan parlemen telah membatalkan RUU itu, para pemrotes tetap berunjuk rasa menuntut Pemimpin Hong Kong, Carrie Lam, mundur.

[Gambas:Video CNN]

Tak hanya jalanan, demonstrasi yang kerap rusuh itu juga berlangsung di depan kantor parlemen, gedung Kantor Perhubungan dengan China, hingga sempat melumpuhkan Bandara Internasional Hong Kong selama dua hari.

Demonstrasi selama akhir pekan lalu juga kembali ricuh hingga menyebabkan kereta menuju bandara terpaksa berhenti dan belasan penerbangan terpaksa dibatalkan. (rds/ayp)
Lihat Semua
SAAT INI
BERITA UTAMA
REKOMENDASI
TERBARU
LAINNYA DI DETIKNETWORK
LIVE REPORT
LIHAT SELENGKAPNYA

ADVERTISEMENT

TERPOPULER