Sejumlah kelompok pemantau internasional melaporkan bahwa mereka menerima ratusan senjata itu dari sekitar seribu mantan anggota MILF hanya dalam kurun waktu sehari pada Sabtu (7/9).
"Perang sudah berakhir. Saya sudah tidak punya senjata lagi," ujar Paisal Abdullah Bagundang, seorang anggota MILF yang mengaku terlibat dalam lebih dari 100 baku tembak dengan pasukan pemerintah sejak medio 1970-an.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pada 1976, MNLF mencapai kesepakatan damai dengan pemerintah dengan pembentukan Kawasan Otonomi Muslim Mindanao (ARMM) yang dianggap gagal karena tak dapat membendung perlawanan bersenjata di wilayah tersebut.
Di bawah hukum ini, Bangsamoro akan diberikan US$950 juta biaya pembangunan selama 10 tahun ke depan, juga mendapatkan bagian dari hasil pajak di daerah kekuasaan mereka.
[Gambas:Video CNN]
Namun, pemerintah pusat akan tetap memegang kendali atas kepolisian meski pemimpin daerah otonom tetap dapat terlibat dalam urusan keamanan.
Sebagai timbal balik, para militan MILF yang diperkirakan berjumlah 30 ribu orang, akan menyerahkan senjatanya kepada pemerintah. (has)