BMKG ASEAN Sebut Kabut Asap dari Indonesia Masuk ke Malaysia

CNN Indonesia | Kamis, 12/09/2019 16:18 WIB
BMKG ASEAN Sebut Kabut Asap dari Indonesia Masuk ke Malaysia Ilustrasi kabut asap di Kuala Lumpur, Malaysia. (REUTERS/Edgar Su)
Jakarta, CNN Indonesia -- Badan Pusat Meteorologi Khusus ASEAN (ASMC) memaparkan kabut asap yang mencemari wilayah udara Malaysia dan sejumlah negara tetangga lainnya berasal dari kebakaran hutan di Indonesia.

Melalui situs resminya, ASMC memaparkan gambar citra satelit menunjukkan bahwa kebakaran hutan di Sumatera dan Riau terus memburuk dalam beberapa hari terakhir hingga memicu kabut asap level sedang hingga padat.


ASMC menyatakan kabut asap kemungkinan akan terus menyebar ke Malaysia termasuk Negara Bagian Sarawak, Malaysia, hingga Singapura.


Berdasarkan prakiraan ASMC, kabut asap akan terus muncul karena cuaca kering. Badan tersebut menyebutkan titik-titik api yang terus terdeteksi di Sumatera bagian tengah dan selatan menyebabkan penumpukan kabut asap sedang hingga padat.

"Sejumlah kabut asap telah bertiup ke Semenanjung Malaysia dan Singapura. Di Kalimantan, kabut asap level sedang hingga pekat muncul dari kelompok titik panas yang terus muncul di Kalimantan Selatan, Tengah, dan Barat," bunyi pernyataan ASMC yang terakhir diperbarui di situsnya pada Rabu (11/9), seperti dikutip CNNIndonesia.com.

"Tertiup angin yang berembus, sebagian kabut asap terbawa ke barat Sarawak dan Laut China Selatan yang berdekatan," demikian isi pernyataan ASMC.

"Untuk beberapa hari ke depan, kondisi cuaca kering diperkirakan akan terus berlangsung di wilayah ASEAN selatan, sementara aktivitas hotspot diperkirakan akan bertahan dan dapat memburuk."


Penyebaran kabut asap juga dipicu arah angin. Menurut pantauan ASMC, angin bertiup dari sebelah tenggara benua Australia, kemudian berbelok di atas Pulau Sumatera dan Kalimantan karena terdapat pusaran.

Menurut ASMC, di kedua pulau itulah titik api terkonsentrasi.

ASMC menyatakan cuaca kering akan bertahan dalam beberapa minggu mendatang. Dilansir The New Straits Times, hal itu bisa memicu peningkatan pencemaran kabut asap kebakaran hutan lintas batas negara.

Temuan ini membantah pernyataan Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan RI, Siti Nurbaya, yang menyebut kabut asap yang mencemari wilayah Malaysia dan Singapura bukan berasal dari Indonesia.

Siti menyebut bahwa kabut asap yang menyelimuti Malaysia berasal dari kebakaran hutan di Negeri Jiran sendiri. Ia juga malah berbalik menuduh Malaysia menutupi karhutla yang terjadi di negara itu.


Siti tak terima Malaysia hanya menyebut asap karhutla yang menutupi Kuala Lumpur hanya berasal dari wilayah Indonesia. Menurutnya, asap karhutla itu juga berasal dari wilayah Malaysia sendiri, seperti Sarawak dan Semenanjung Malaya.

Siti juga menganggap asap karhutla di Indonesia tidak mungkin sampai ke Negeri Jiran, lantaran arah angin tidak berembus ke arah negara tersebut.

Jika merujuk pada citra satelit prakiraan angin Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) pada 31 Agustus, terlihat embusan angin dari Australia memang bergerak dari arah tenggara ke arah barat laut dan berbelok ke timur laut di sekitar Malaysia dan Filipina.

Hal itu memungkinkan jika angin yang bertiup dari tenggara membawa kabut asap ke wilayah Malaysia dan negara di sekitarnya. (rds/ayp)