Saat ini Ebola tengah menjadi perhatian di kawasan itu akibat wabah Ebola yang terjadi di Republik Demokratik Kongo. Sementara itu pada Kamis (12/9), WHO mengumumkan pihaknya sedang menyelidiki kematian seorang pasien di Tanzania.
Wanita yang meninggal di Dar es Salaam pada 8 September itu menunjukkan gejala-gejala umum pada beberapa penyakit. Gejala yang dideritanya serupa dengan penderita demam berdarah atau malaria, dan Ebola.
Namun, tidak ada indikasi perempuan itu telah bepergian ke daerah yang terkena atau melakukan kontak dengan orang yang terinfeksi.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dia menambahkan bahwa pemerintah Tanzania atau WHO dapat merilis hasil pengujian mereka pada Jumat malam atau Sabtu. Menurutnya, pengujian Ebola biasanya memakan waktu satu hingga dua hari.
Kantor regional WHO untuk Afrika mengatakan sudah mengetahui rumor kematian akibat penyakit yang tidak diketahui itu. Lembaga itu menyebut akan "bekerja dengan otoritas kesehatan nasional dan mengerahkan tim teknis ke Tanzania untuk menyelidiki rumor ini sebagai masalah urgensi," tulis WHO dalam pernyataan, Kamis (12/9).
Sementara itu, Kementerian Kesehatan Tanzania tidak menjawab panggilan.
Wabah Ebola di Kongo, yang terbesar kedua di dunia dalam sejarah, telah menginfeksi hampir 3.000 orang di Kongo. Wabah yangdimulai pada Agustus 2018 ini telah menewaskan dua pertiga penderitanya.
Beberapa kasus telah dikonfirmasi di Uganda. Warga Uganda ini tercatat terinfeksi Ebola setelah melintasi perbatasan. Namun, mereka semua meninggal atau dikirim kembali ke Kongo untuk perawatan khusus.
[Gambas:Video CNN] (eks)