"Kami ingin meningkatkan sistem tersebut sehingga akan benar-benar mampu mengintersepsi jet tempur dan satelit," ujar Song Chang-joon, seorang pejabat senior Badan Program Akuisisi Pertahanan Korsel (DAPA).
Keputusan pengembangan sistem anti-drone ini diumumkan setelah pejabat Korsel mengungkap hasil penyelidikan terhadap satu pesawat nirawak Korut yang menerobos perbatasan Zona Demiliterisasi pada 2017 lalu.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Korut dan Korsel secara teknis masih dalam status berperang karena Perang Korea 1950-153 lalu berakhir dengan gencatan senjata, bukan kesepakatan damai.
[Gambas:Video CNN]
Asa perdamaian sempat naik ketika Presiden Korsel, Moon Jae-in, dan pemimpin tertinggi Korut, Kim Jong-un, bertemu untuk pertama kalinya tahun lalu.
Harapan perdamaian kian tinggi usai beberapa pertemuan lanjutan antara kedua pemimpin negara. Namun, asa itu mulai pupus seiring ketidakjelasan kelanjutan dialog denuklirisasi antara Kim Jong-un dan Presiden Amerika Serikat, Donald Trump. (has)