Dalam keterangan pers yang diterima CNNIndonesia.com, Kamis (26/9), pertemuan itu dilakukan usai acara Audiensi Umum di lapangan Santo Petrus, Vatikan, Roma. Menurut Yaqut, dalam kesempatan itu GP Ansor membawa misi mendukung dokumen Human Fraternity for World Peace and Living Together, yang dikampanyekan Paus Fransiskus dan Grand Syech Al-Azhar.
"Dalam kesempatan bertemu dengan Paus Fransiskus juga disampaikan dokumen GP Ansor Declaration on Humanitarian Islam atau Deklarasi GP Ansor tentang Islam untuk Kemanusiaan," kata Yaqut.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Agama, lanjut Gus Yaqut, seharusnya menjadi solusi perdamaian dan bukan sumber konflik.
"Humanitarian Islam ini juga dimaksudkan untuk memupus maraknya kebencian komunal melalui perjuangan untuk mewujudkan tata dunia yang ditegakkan di atas dasar penghormatan terhadap kesetaraan hak dan martabat bagi setiap manusia," katanya.
Gus Yaqut turut menyampaikan kepada Paus Fransiskus soal toleransi dan keharmonisan kehidupan beragama di Indonesia. Salah satu contohnya adalah ikut menjaga kegiatan keagamaan umat beragama lain, termasuk Katolik.
Paus Fransiskus, kata Gus Yaqut, menyampaikan agar umat beragama selalu menjaga persaudaraan. Sebelum mengakhiri pertemuan, Paus Fransiskus menegaskan kembali agar sesama umat beragama hidup berdampingan dalam damai.
Ketua Umum Pimpinan Pusat Gerakan Pemuda Ansor, Yaqut Cholil Qoumas, beserta pengurus bertemu dengan Pemimpin Tahta Suci Vatikan, Paus Fransiskus. (Dok. Photovat.com) |
Ketua Umum Pimpinan Pusat