Topan Hagibis yang menerjang Jepang pada Sabtu (12/10) disertai hujan lebat yang belum pernah terjadi sebelumnya.
Militer Jepang turut mengerahkan helikopter untuk menyelamatkan korban.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Saat ini dipastikan permukaan air sungai sudah tidak lagi tinggi. Namun genangan air di sejumlah pemukiman masih meningkat.
Sepanjang Sabtu, lebih dari tujuh juta orang diperintahkan untuk ikut dalam proses evakuasi. Ratusan ribu orang dievakuasi dan bergerak ke tempat perlindungan yang lebih aman milik pemerintah.
Masyarakat sebelumnya telah mendapat peringat adanya topan Hagibis yang akan menerjang kawasan Samudera Pasifik atau selatan Jepang.
Lihat juga:KBRI Jepang Imbau WNI Waspada Badai Hagibis |
"KBRI Tokyo dan KJRI (Konsulat Jenderal Republik Indonesia) Osaka telah mengeluarkan imbauan kepada masyarakat WNI untuk selalu waspada dan mengikuti informasi dan arahan otoritas setempat," ujar Direktur Perlindungan WNI dan Badan Hukum Indonesia Judha Nugraha dalam pesan tertulis, Sabtu (12/10).
Sebagai informasi, jumlah WNI di Jepang tercatat mencapai 56.346 orang. Jika menghadapi situasi darurat, WNI dapat menghubungi hotline KBRI Tokyo: +8180-4940-7419 dan +8180-3506-8612 atau Hotline KJRI Osaka: +8180-3113-1003. WNI dapat pula menekan Tombol Darurat pada aplikasi Safe Travel Kementerian Luar Negeri.
[Gambas:Video CNN] (ain/evn)