Petani Belanda Demo Bawa Traktor, Lalu Lintas Macet Total

CNN Indonesia | Rabu, 02/10/2019 19:55 WIB
Petani Belanda Demo Bawa Traktor, Lalu Lintas Macet Total Demo petani di Belanda. (AP Photo/Mike Corder)
Jakarta, CNN Indonesia -- Ribuan petani dari seantero Belanda berdemonstrasi pada Selasa (1/10) kemarin. Mereka membawa traktor dan diparkir di tengah jalan hingga menyebabkan lalu lintas di Den Haag macet total.

Seperti dilansir AFP, Rabu (2/10), para petani itu mengkritik kebijakan pemerintah untuk memerangi perubahan iklim. Pemerintah menyatakan emisi dari mesin-mesin pertanian turut menyumbang polusi karbon dan menyulitkan upaya menghambat laju perubahan iklim.


Aksi mereka membuat kemacetan terbesar sepanjang sejarah Belanda. Sekitar 1,136 traktor diparkir hingga menyebabkan kemacetan di jam sibuk.


"Kami merasa disalahkan atas kebijakan iklim yang dibuat pemerintah dan itu sangat mengganggu," kata seorang peserta unjuk rasa, Sander Pereboom (37).

Petani Belanda Demo Bawa Traktor, Lalu Lintas Macet TotalDemo petani di Belanda. (AP Photo/Mike Corder)

"Kami juga ingin melakukan sesuatu untuk memperbaiki iklim dan kami ingin melakukannya bersama-sama dengan seluruh warga Belanda. Jangan cuma membebankannya terhadap para petani," ujar Sander.

Pemerintah Belanda dilaporkan memutuskan untuk memangkas hasil produksi ternak dan turunannya, seperti susu sapi, untuk menekan emisi. Namun, hal itu akan berdampak buruk terhadap para petani yang menggantungkan hidup dari beternak.

[Gambas:Video CNN]

Di sisi lain, sepertiga wilayah Belanda berada di bawah permukaan laut. Mereka khawatir akan merasakan langsung dampak perubahan iklim yang salah satunya adalah pertambahan ketinggian muka air laut.

Meski begitu, denyut perekonomian Belanda sebagian besar ditopang oleh industri agrikultur. Mereka menjadi negara terbesar kedua eksportir hasil pertanian dan peternakan setelah Amerika Serikat.

Para petani itu melakukan pawai menggunakan traktor hingga masuk jalan tol. Mereka memulai aksi dari kawasan pesisir Scheveningen menuju Den Haag.

Aksi mereka diadang polisi anti huru-hara, yang memblokir jalan menuju kompleks parlemen.

"Kami selalu dicitrakan sebagai kelompok yang menghasilkan polusi di Belanda. Padahal kami sudah berupaya menekan emisi karbondioksida," kata seorang petani, Ellen Heemskerk (50).


Ellen meminta pemerintah harusnya juga membuka mata industri pariwisata dan manufaktur juga turut menyumbang polusi.

"Saya ingin petani tetap bertani, dan supaya mereka bisa mewariskan hal ini kepada anak cucu kita maka harus dipertahankan. Kami akan membantu kalian untuk mempersiapkan masa depan," kata Menteri Pertanian Belanda, Carola Schouten, di hadapan para petani. (ayp/ayp)