"Hasil pemeriksaan sidang sudah selesai dan membuktikan itu adalah kesalahan kami yang membuat rudal yang kami lepaskan mengenai helikopter itu," kata Kepala Staf Angkatan Udara India, Marsekal Rakesh Kumar Bhadauria, seperti dilansir AFP, Minggu (6/10).
Helikopter militer India itu jatuh pada 27 Februari lalu. Saat itu India dan Pakistan sama-sama mengerahkan jet tempur dan terlibat pertempuran udara di langit Kashmir.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Serangan India itu sebagai balasan atas serangan bom bunuh diri yang diduga dilakukan anggota Jaish-e-Mohammad pada 14 Februari di Kashmir. Sebanyak 40 pasukan India tewas dalam kejadian itu.
[Gambas:Video CNN]
Pakistan saat itu mengklaim menjatuhkan dua jet tempur India, tetapi klaim dibantah. Sedangkan India mengklaim berhasil menjatuhkan jet tempur F-16 Pakistan, tetapi juga disangkal.
Kashmir dibagi dua untuk India dan Pakistan sejak 1947. Namun, perebutan wilayah itu sampai saat ini terus terjadi. Bahkan China juga mengklaim berhak atas wilayah itu, setelah terlibat perang dengan India pada 1962.
Keadaan Kashmir kembali tegang setelah India mencabut status daerah otonomi khusus sejak 15 Agustus lalu. Hal itu membuat wilayah tersebut kembali bergolak. (ayp/ayp)