Korban Tewas Akibat Topan Hagibis di Jepang Jadi 35 Orang

CNN Indonesia | Senin, 14/10/2019 12:42 WIB
Korban Tewas Akibat Topan Hagibis di Jepang Jadi 35 Orang Ilustrasi banjir di Tokyo, Jepang akibat Topan Hagibis. (Kyodo News via AP)
Jakarta, CNN Indonesia -- Korban tewas akibat terjangan Topan Hagibis bertambah menjadi 35 orang. Topan itu menghantam wilayah Tokyo, Jepang, pada akhir pekan lalu.

Dilansir AFP, Senin (14/10), jumlah korban tewas karena topan menyebabkan tanah longsor dan banjir di berbagai kawasan perumahan dan bangunan pada Minggu (13/10) dini hari. Korban pertama dilaporkan merupakan seorang pengendara yang tewas setelah kendaraannya terbalik oleh tiupan angin kencang.


Puluhan korban tewas kemudian dievakuasi dari berbagai perumahan serta kendaraan yang terendam banjir dan bangunan yang hancur akibat tanah longsor. Di antaranya lima awak kapal warga negara China yang tewas setelah kapal mereka tenggelam di Pelabuhan Tokyo pada Sabtu (12/10) malam.


"12 orang berada di dalam kapal. Lima orang China ditemukan meninggal," kata seorang pegawai penjaga pantai.

Selain korban tewas, media setempat juga melaporkan ada 11 orang yang masih tidak diketahui keberadaannya.

Evakuasi telah dilakukan dengan mengerahkan 110 ribu petugas penyelamatan, termasuk 31 ribu tentara, untuk menyelamatkan para korban selamat mulai Minggu dini hari.

Beberapa di antaranya dilaporkan terjebak di atap dan balkon akibat banjir dari luapan Danau Nagano, yang menyebabkan beberapa rumah terendam hingga mencapai lantai dua perumahan. Alhasil petugas penyelamatan menggunakan helikopter untuk mengevakuasi korban.

[Gambas:Video CNN]

Evakuasi juga dilakukan dengan menggunakan perahu karet di wilayah Kawaoge, di mana petugas mengevakuasi ratusan orang dari sebuah panti jompo yang terendam banjir hingga lantai teratas.

Tidak hanya di perumahan, evakuasi dilakukan pada empat awak kapal dari China, Myanmar, dan Vietnam yang selamat di pelabuhan. Petugas berencana untuk mencari tiga orang lain awak kapal yang masih hilang.

"Kami berencana untuk menurunkan 11 kapal, dua helikopter dan puluhan penyelam ke dalam lokasi kejadian. Kami berusaha yang terbaik," ujar tim penyelamat.

Perdana Menteri, Shinzo Abe, menyatakan bahwa pemerintah akan melakukan yang terbaik untuk mengevakuasi para korban.

"Tolong lakukan sebaik-baiknya," kata Shinzo.

Badan Meteorologi Jepang (JMA) telah mengeluarkan peringatan hujan deras tingkat tertinggi ketika topan Hagibis muncul pada saat puncaknya. Pihak JMA juga telah mengimbau lebih dari tujuh juta warganya unutk melakukan evakuasi secara sukarela.


Topan yang telah berpindah dari wilayah Tokyo pada Minggu pagi itu menyebabkan banjir di berbagai wilayah dan merusak berbagai fasilitas seperti kereta peluru (Shinkansen).

Beberapa pertandingan Piala Dunia Rugby juga terpaksa dibatalkan, meski Jepang sempat memenangkan laga melawan Skotlandia pada Minggu kemarin. (fls/ayp)