"Saya sepenuhnya siap untuk menghancurkan ekonomi Turki dengan cepat jika para pemimpin Turki terus menempuh jalan berbahaya dan destruktif ini," tulisnya di Twitter, Selasa (15/ 10).
Turki bersama milisi Tentara Pembebasan Suriah (FSA) menggempur wilayah yang dikuasai milisi Kurdi sejak beberapa hari lalu. Kelompok Kurdi merasa AS mengkhianati mereka setelah saling membantu dan melindungi saat berperang melawan ISIS dan FSA.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Saat menyampaikan pernyataan bersama Kanselir Jerman, Angela Merkel, Macron menyatakan serangan Turki membuat masalah kemanusiaan baru di Suriah dan berisiko membuka celah untuk kebangkitan ISIS.
Merkel mendesak Turki untuk segera menghentikan serangan itu. Meski demikian, dia bisa memaklumi sikap itu karena Turki memiliki penilaian tersendiri terhadap persoalan keamanan, tetapi tetap harus dicari jalan keluar lain demi perdamaian.
Merkel dilaporkan sudah menelepon Presiden Turki, Recep Tayyip Erdogan, pada Minggu malam waktu setempat membahas masalah itu. Jerman dan Prancis juga memutuskan menghentikan penjualan senjata kepada Turki.
Turki menganggap kelompok Kurdi adalah separatis dan teroris, karena ingin membuat negara sendiri di wilayah timur dan selatan dekat perbatasan Suriah dan Irak. Maka dari itu mereka memutuskan menyerang kelompok Kurdi.
Selama ini milisi Kurdi yang berada di Suriah dan membentuk organisasi Pejuang Demokratik Suriah (SDF) dikenal loyal terhadap Assad. Mereka adalah salah milisi yang berperang melawan pemberontak FSA dan ISIS.
ISIS dilaporkan juga turut menyerang milisi SDF. Mereka diperkirakan berencana membebaskan ribuan pengikutnya yang ditahan di kamp penampungan yang dijaga pasukan Kurdi (age)