Warga Pakistan Jadi Korban Tewas Insiden Bus Umrah di Madinah

CNN Indonesia | Jumat, 18/10/2019 12:08 WIB
Warga Pakistan Jadi Korban Tewas Insiden Bus Umrah di Madinah Ilustrasi garis polisi. (Istockphoto/ TheaDesign)
Jakarta, CNN Indonesia -- Kementerian Luar Negeri Pakistan mengonfirmasi warganya turut menjadi korban kecelakaan bus rombongan umrah di Madinah, Arab Saudi, Rabu malam (16/10). Beberapa warga Pakistan tewas dan satu orang mengalami luka dalam insiden tersebut.

"Laporan awal mengindikasi ada warga Pakistan di antara korban-korban tewas. Kemudian satu dari empat korban selamat merupakan warga Pakistan bernama Akbar yang saat ini sedang terluka parah," kata jubir Kemlu Pakistan sebagaimana dikutip AFP, Kamis (17/10).


Dikutip Daily Times Pakistan, saat ini pihak berwenang Pakistan masih terus memastikan informasi detail terkait warganya yang menjadi korban.


"Konsulat Jenderal Pakistan di Jeddah telah menghubungi korban dan terus memastikan rincian warga Pakistan yang menjadi korban kecelakaan kepada otoritas Arab Saudi dan pihak Rumah Sakit King Fahad di Madina," ujarnya.

Sementara itu, pihak Kedutaan Besar RI di Riyadh juga masih menelusuri kemungkinan ada warga Indonesia yang menjadi korban dalam kecelakaan tersebut. Sampai saat ini, Kedubes belum mendapatkan laporan WNI yang menjadi korban.

[Gambas:Video CNN]

"Korban yang dirawat di RS Al-Hamna tidak ada WNI. Korban lain yang meninggal sedang diidentifikasi. Tim perwakilan RI di Jeddah sedang ke Madinah," kata Duta Besar RI di Saudi, Agus Maftuh Abegebriel melalui pesan singkat kepada CNNIndonesia.com.

Bus rombongan jemaah umrah dilaporkan tabrakan dengan kendaraan berat di wilayah Al-Akhal Center pada pukul 7 malam waktu setempat. Sebanyak 35 orang tewas dan empat orang lainnya luka.

Pihak berwenang Arab Saudi menyatakan sebagian besar korban merupakan warga asing asal Arab dan Asia yang sedang melakukan perjalanan untuk ziarah.


Transportasi bagi para peziarah yang berkunjung ke lokasi suci, terutama saat musim haji, menjadi tantangan terbesar bagi Saudi Arabia.

Sebab, ribuan bus yang mengangkut mereka seringkali menimbulkan kemacetan di jalan raya, dan tingginya angka kecelakaan.

Pada Januari 2017, enam jemaah dari Inggris termasuk bayi meninggal dalam kecelakaan minibus saat perjalanan dari Mekkah menuju Madinah.

Yang terbaru empat jemaah asal Inggris meninggal dan 12 lainnya terluka akibat tabrakan antara bus dengan sebuah truk tangki pembawa bahan bakar saat perjalanan menuju kota Mekkah pada April tahun lalu.


Rangkaian kecelakaan tersebut terjadi di tengah upaya pemerintah untuk meningkatkan pariwisata demi menarik jutaan pengunjung.

Hingga bulan lalu, pemerintah telah menyetujui visa bagi jemaah Islam, pekerja asing, penonton acara pertandingan maupun acara budaya dan turis mancanegara. (fls/dea)