"Sekarang saya mengumumkan pencabutan RUU tersebut," ujar Sekretaris Keamanan Hong Kong, John Lee, di gedung parlemen, sebagaimana dikutip Associated Press, Rabu (23/10).
Setelah John mengumumkan pencabutan RUU itu, para anggota dewan langsung berusaha melemparkan pertanyaan. Namun, John menolak menjawab. Ia hanya mengatakan bahwa keputusan itu tak bisa diganggu gugat.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Awalnya, para demonstran menuntut pencabutan RUU ekstradisi yang memungkinkan tersangka satu kasus diadili di luar Hong Kong, termasuk China.
Para demonstran tak terima karena sistem peradilan di China kerap bias, terutama jika terkait dengan Hong Kong selaku wilayah otonom yang masih di bawah kendali Beijing.
Namun, para demonstran tak puas. Mereka tetap menggelar aksi rutin untuk menuntut agar RUU ekstradisi tersebut benar-benar dicabut.
Carrie Lam sekali lagi tampil di hadapan publik untuk menyatakan bahwa RUU tersebut "sudah mati" tanpa menjelaskan lebih lanjut maksudnya.
[Gambas:Video CNN]
Warga kian geram karena ketidakjelasan tersebut. Mereka pun mengajukan tuntutan lebih besar, yaitu agar Carrie Lam mundur dan pemisahan penuh Hong Kong dari China.
Terdesak, Carrie akhirnya mengumumkan bakal mencabut RUU ekstradisi tersebut. Namun, menurut demonstran, Carrie Lam terlambat karena kini tuntutan mereka sudah berkembang menjadi pelepasan diri dari Hong Kong. (has)