Dikutip AFP, perempuan berusia 49 tahun tersebut menang pemilihan daerah dengan raihan 35,2 persen suara. Ia mengalahkan rival terkuatnya, Carlos Fernando Galan, yang mendapatkan suara sebesar 32,5 persen.
"Kami tidak hanya menang, tetapi kami juga mengubah sejarah," kata Lopez.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Menjadi perempuan bukanlah sebuah kesalahan. Menjadi perempuan yang keras kepala dan tegas bukanlah sebuah kesalahan. Menjadi gay bukan sebuah kesalahan, menjadi perempuan dari keluarga sederhana bukan sebuah kesalahan," tuturnya.
Lebih dari 36 juta warga berpartisipasi memilih wali kota, gubernur, dan anggota majelis daerah. Pemilihan ini melibatkan lebih dari 116 ribu kandidat, di mana 37 persen di antaranya merupakan perempuan.
Pemilihan daerah ini juga melibatkan beberapa partai yang menjadi sorotan, salah satunya FARC yang dulu dikenal sebagai kelompok pemberontak sayap kiri.
[Gambas:Video CNN]
Partai itu terbentuk dalam sebuah perjanjian damai pada tahun 2016 silam setelah pemberontakan bersenjata berakhir.
Dalam pemilihan daerah tahun ini, partai itu hanya mendapatkan suara mayoritas di satu pemerintahan kota di bagian selatan Kolombia. (has)