Namun, sumber tersebut tidak menyebut secara pasti di mana dan kapan jenazah tersebut akan dibuang. Ia hanya menyatakan pembuangan tersebut sama dengan yang dilakukan pada jenazah Pimpinan Al-Qaeda Osama bin Laden setelah terbunuh dalam serangan pasukan AS pada 2011 lalu.
"Pembuangan jenazahnya dilakukan dengan lengkap dan ditangani dengan tepat," kata Ketua Kepala Staf Gabungan AS Jenderal Mark Milley seperti dikutip dari AFP, Selasa (29/10).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dalam pidato di Gedung Putih, Trump menuturkan Baghdadi tewas setelah terjebak oleh pasukan AS. Kondisi tersebut akhirnya mendorongnya untuk meledakkan rompi bunuh diri.
Selain Al-Baghdadi, Trump juga mengklaim operasi khusus AS itu juga turut menewaskan "sejumlah besar" anggota ISIS lainnya, termasuk tiga anak Baghdadi.
"Dia (Baghdadi) tewas setelah berlari di bawah terowongan jalan buntu, merintih, menangis, dan menjerit sepanjang jalan," kata Trump dalam pidatonya pada Minggu (27/10).
Lihat juga:FOTO: Jejak Terakhir Abu Bakr al-Baghdadi |
"Kami dapat mengambil bagian-bagian tertentu dan melepaskannya," kata Trump kepada wartawan.
Berbicara pada pengarahan Pentagon Mark Milley mengatakan rekaman momen terakhir Baghdadi masih diperiksa. "Kami punya video, foto. Kami belum siap untuk merilisnya. Mereka sedang melalui proses deklasifikasi," kata Milley.
Dia menunjukkan bahwa beberapa citra operasi dapat dirilis secara publik setelah dideklasifikasi. (afp/agt)