Dikutip dari AFP, kesepakatan tersebut dibuat beberapa jam setelah Uni Eropa secara resmi setuju untuk menunda Brexit hingga akhir Januari mendatang. Hasil pemilu dapat memiliki implikasi besar untuk proses Brexit berliku Inggris, yang dimulai dengan referendum Uni Eropa 2016.
Dengan kesepakatan tersebut, parlemen memberikan suara untuk pemilihan ketiga negara itu dalam empat tahun. Pemilu tersebut adalah pertaruhan bagi Johnson yang memimpin pemerintahan konservatif minoritas.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Konservatifnya saat ini jauh di depan partai oposisi Partai Buruh dalam jajak pendapat. Posisi tersebut membuat dia berharap untuk memenangkan mayoritas di majelis rendah untuk mendorong rencana Brexit-nya.
Tetapi kegagalannya untuk memenuhi janjinya untuk meninggalkan Uni Eropa pada 31 Oktober berisiko mendapat pukulan balasan di antara pemilih euro yang sensitif.