Anjing Militer AS Ikut Memburu Pemimpin ISIS Diundang Trump

CNN Indonesia | Jumat, 01/11/2019 17:07 WIB
Anjing Militer AS Ikut Memburu Pemimpin ISIS Diundang Trump Ilustrasi Gedung Putih. (AFP Photo/Mandel Ngan)
Jakarta, CNN Indonesia -- Anjing militer jenis Belgian Malinois yang ikut serta dalam operasi pasukan khusus Amerika Serikat untuk menangkap pemimpin ISIS, Abu Bakr al-Baghdadi, di Suriah dilaporkan akan diundang ke Gedung Putih, Washington.

Dikutip AFP, Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, membenarkan mengundang anjing itu melalui sebuah unggahan di akun Twitternya pada Kamis (31/10). Tidak hanya itu, ia juga membuka identitas anjing yang sebelumnya dirahasiakan tersebut.

"Tetapi Conan yang asli akan meninggalkan Timur Tengah untuk pergi ke Gedung Putih sekitar pekan depan," katanya.


Conan ikut serta dalam serangan yang menewaskan Abu Bakr al-Baghdadi. Ia diketahui mengejar target hingga sebuah terowongan buntu di Suriah.



Karena terdesak, Baghdadi meledakkan dirinya dan tiga anak yang dibawanya.

Ledakan itu membuat Conan terluka akibat serpihan kabel. Namun, ia diharapkan dapat pulih sepenuhnya.

Tentara yang terluka saat bertugas diketahui dapat memenuhi persyaratan untuk mendapat penghargaan Purple Heart, tetapi penghargaan serupa belum ada bagi anjing militer.

Informasi mengenai Conan tidak banyak diketahui publik. Anjing sepertinya telah digunakan oleh pasukan khusus SEALs milik Angkatan Laut untuk memburu pemimpin Al-Qaidah, Usamah bin Laden.


Catatan misi Conan pun tidak main-main, bahkan Kepala Komando Pusat AS, Jenderal Kenneth McKenzie, mengakuinya dengan menyebutkan anjing tersebut telah mengikuti 50 misi tempur dalam empat tahun terakhir.

Di sisi lain, pembukaan identitas Conan memicu kritik dari pakar keamanan. Mereka menyebutkan dengan terungkapnya identitas anjing militer tersebut justru membahayakan.

"Bagi mereka yang bercanda dengan anjing yang dirahasiakan, sebenarnya ada alasan keamanan di belakangnya: Mengetahui nama anjing, Anda dapat menentukan pawangnya. Mengetahui sang pawang, Anda dapat mengetahui satuan. Mengetahui satuannya, Anda dapat tahu unit pasukan mana yang terlibat dalam operasi itu," kata seorang pengamat keamanan.

[Gambas:Video CNN]

Sebelumnya dalam pertemuan media setelah operasi berlangsung, Kepala Staf Gabungan, Jenderal Mark Miley, memuji keberanian anjing tersebut. Namun, di saat yang sama ia juga menuturkan identitas anjing itu juga perlu dilindungi. (fls/ayp)