Tuntutan Trump ini datang di tengah upaya intensif anggota parlemen dari kubu Partai Republik untuk mengekspos pelapor anonim tersebut yang telah menyerang kredibilitasnya.
Pembocor fakta rahasia ini hanya digambarkan sebagai seorang pejabat intelijen yang pernah bekerja di Gedung Putih. Pelapor melaporkan tentang upaya Trump untuk menekan Ukraina guna menyelidiki saingan politik Joe Biden.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Namun, para diplomat dan pejabat keamanan nasional saat ini dan sebelumnya, telah menguatkan esensi dari pelaporan tersebut bahwa ada sebuah upaya nyata Trump menekan Ukraina untuk menyelidiki lawan-lawan presiden dari Partai Demokrat.
Yang menjadi masalah adalah apakah Trump memerintahkan pemotongan hampir US$400 juta dana bantuan militer ke Ukraina dan dialihkan untuk presiden baru Ukraina guna menyelidiki Biden dan putranya, Hunter.
Pengacara pembocor rahasia, Mark Zaid lewat Twitter pada Minggu mengatakan bahwa kliennya telah membuat penawaran langsung kepada anggota parlemen dari Republik untuk menjawab pertanyaan mereka secara tertulis.
Lihat juga:Kongres Formalkan Proses Pemakzulan Trump |
"Pesan GOP baru-baru ini, dipimpin oleh Presiden Trump (termasuk pagi ini), telah menyoroti #WBer asli dan permintaan pengungkapan identitas," kata Zaid di Twitter.
[Gambas:Video CNN]
Sementara itu, beberapa anggota parlemen dari Partai Republik telah me-retweet spekulasi di media konservatif tentang identitas pelapor.
Steve Scalise, Republikan nomor dua di parlemen mengatakan pelapor akan menjadi orang pertama yang akan dipanggil timnya untuk memberikan kesaksian dalam audiensi terkait penyelidikan pemakzulan Trump.
Partai Republik akan memiliki hak untuk memanggil saksi mereka sendiri dan mengusulkan panggilan pengadilan, di bawah peraturan yang disetujui oleh parlemen untuk sidang pemakzulan publik yang akan segera digelar.
"Ini adalah orang yang mengaku sebagai pelapor, tetapi bahkan IG (inspektur jenderal) melaporkan bahwa orang ini memiliki bias politik," kata Scalise di ABC.
"Ada banyak laporan di luar sana bahwa pelapor sebenarnya bekerja untuk Joe Biden. Itu mengkhawatirkan banyak orang." (afp/osc)