Sosok wakil presiden Partai Penyelamatan Nasional Kamboja (CNRP) ini menegaskan akan kembali melanjutkan perjalanan ke Kamboja melalui jalur darat. Kendati sudah ada indikasi jika Thailand tidak akan memberikan izin untuk transit bagi sosok oposisi Kamboja.
"Kami akan terus mencoba sampai detik terakhir [untuk sampai di Kamboja]," ungkap Sochua kepada AFP.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Terkait penolakan yang dilakukan Thailand, ia berharap negara-negara tetangga lainnya tetap mengizinkan mereka untuk transit.
Ia berharap kembalinya CNRP ke Kamboja bisa memberikan jalan bagi rakyat untuk hidup sebagai warga negara yang bebas dan merdeka.
[Gambas:Video CNN]
Sochua menilai upaya Perdana Menteri Kamboja Hun Sen yang menutup perbatasan bagi tokoh-tokoh oposisi merupakan upaya melanggar konstitusi. Sebagai orang nomor satu, ia mengerahkan pasukan di daerah perbatasan dengan Thailand dan mengirim surat perintah penangkap ke sejumlah negara tetangga.
"Menutup perbatasan dan tidak mengizinkan kami masuk [ke Kamboja] adalah pelanggaran berat terhadap hak asasi manusia," imbuhnya.
Sochua menilai Hun Sen tidak menginginkan hal serupa terulang pada perayaan kemerdekaan Kamboja pada Sabtu (9/11). Untuk itu ia melarang daerah perbatasan dan negara-negara tetangga menerima tokoh-tokoh CNRP. (evn)