Dua Karyawan Disney Terciduk Kasus Pornografi Anak

CNN Indonesia | Sabtu, 09/11/2019 19:02 WIB
Dua Karyawan Disney Terciduk Kasus Pornografi Anak Ilustrasi. (Istockphoto/BrianAJackson)
Jakarta, CNN Indonesia -- Dua karyawan Disney ditangkap dalam kasus pornografi anak yang diselidiki oleh Kantor Sheriff Polk di Florida.

Mereka termasuk di antara 17 pria yang ditahan dalam operasi penyamaran, menurut siaran pers dari agensi seperti yang dikutip dari CNN International pada Sabtu (9/11).

Dari keterangan resmi tersebut, Brett Kinney (40) dari Lake Alfred, Florida, mengatakan kepada penyelidik bahwa dia adalah manajer layanan pelanggan di Disney World.



Kinney ditangkap dan didakwa dengan satu dakwaan mempromosikan pornografi anak dan 24 tuduhan memiliki pornografi anak, kata rilis itu.

Seorang juru bicara Disney mengatakan kepada CNN melalui telepon bahwa Kinney tidak lagi dipekerjakan perusahaan setelah penangkapannya.

Dalam rilisnya, kantor sheriff menuduh bahwa Kinney mencari secara online gambar anak laki-laki dari balita hingga 10 tahun. Dia ditangkap selama investigasi tertutup dugaan pornografi anak.

Ketika dihadapkan oleh para penyelidik, Kinney mengatakan kepada mereka bahwa ia memiliki kecanduan pornografi anak dan telah menontonnya selama 22 tahun, menurut rilis.


Pegawai Disney kedua, Donald Durr Jr., juga ditangkap oleh Kantor Sheriff Polk.

Durr (52) dari Davenport, Florida, mengatakan kepada penyelidik bahwa dia adalah pekerja yang mengurusi aset dan inventaris di Walt Disney Resorts.

Dia ditangkap dan didakwa dengan delapan tuduhan memiliki pornografi anak dan satu tuduhan jasa seksual anak.

Durr sedang cuti tanpa digaji, kata juru bicara Disney kepada CNN.

Para penyelidik menemukan sebuah tablet elektronik dengan tiga gambar pornografi anak dan sebuah DVD yang dibuat oleh Durr sembilan tahun lalu yang menunjukkan gambar eksplisit seorang anak.

Durr menggambarkan dirinya selama wawancara dengan detektif sebagai "cabul, tapi bukan monster," menurut rilis.

CNN telah menghubungi kedua pria itu untuk menanggapi dakwaan yang mereka hadapi, tetapi belum mendapat tanggapan.

CNN juga belum mengetahui apakah mereka memiliki perwakilan hukum.


[Gambas:Video CNN]

(ard)