China Puji Cara Polisi Hong Kong Tangani Demonstran Brutal

CNN Indonesia | Selasa, 12/11/2019 13:12 WIB
China Puji Cara Polisi Hong Kong Tangani Demonstran Brutal Ilustrasi demo Hong Kong. (AP Photo/Vincent Yu)
Jakarta, CNN Indonesia -- Surat kabar pemerintah China, Global Times, memuji cara kepolisian Hong Kong bisa menahan diri dalam menangani demonstran yang terus unjuk rasa sejak lima bulan terakhir.

Global Times juga menuturkan bahwa Beijing siap turun tangan membantu mengembalikan ketertiban umum jika otoritas Hong Kong membutuhkan bantuan.


Koran itu menganggap kepolisian Hong Kong "sangat tegar" dalam menangani demonstrasi dan mendukung sepenuhnya setiap tindakan yang dilakukan otoritas wilayah semi-otonom itu.


"Ketika dibutuhkan, pasukan kepolisian China dan militer China di Hong Kong akan mendukung kalian (Hong Kong) sesuai dengan konstitusi," bunyi editorial koran tersebut pada Selasa (12/11).

[Gambas:Video CNN]

Sementara itu, dilansir AFP, koran China Daily juga menuturkan polisi Hong Kong telah menunjukkan "kesabaran" terhadap pengekangan selama lima bulan terakhir.

Surat kabar itu menganggap keluwesan aparat penegak hukum Hong Kong dalam menangani para pedemo selama ini memicu "tindakan kekerasan dan teroris".

Berdasarkan Hukum Garnisun Hong Kong, pasal tersebut menyatakan bahwa pemerintah kota dapat menerima bantuan pemerintah pusat, dalam hal ini China, untuk menjaga ketertiban umum dan bantuan bencana.

Jika Beijing menyetujui permintaan itu, China akan mengirim pasukan yang ada di Hong Kong untuk melakukan tugas yang telah ditentukan.


Sejak unjuk rasa memburuk, China juga telah menempatkan ribuan personel di perbatasan negara dengan Hong Kong. 

Hal itu dikhawatirkan sejumlah pihak memperbesar peluang China turun tangan dalam menangani demonstrasi di Hong Kong.

Pernyataan itu muncul sehari setelah kekerasan dan bentrokan kembali terjadi antara pedemo dan kepolisian Hong Kong. Sebuah video yang tersebar di media sosial memperlihatkan polisi Hong Kong menembaki dada sejumlah pedemo dengan peluru karet.


Di hari yang sama, seorang warga dilaporkan dibakar setelah beradu mulut dengan sekelompok pemrotes pro-demokrasi. (rds/dea)