Salami mengatakan Iran tidak akan berhenti meningkatkan kemampuan pertahanannya.
Disinggung soal kemungkinan Iran menjalin pembicaraan dengan kekuatan dunia mengenai program rudal untuk meringankan sanksi terhadap negara tersebut, ia menegaskan hal itu tak akan terjadi.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kami meyakinkan bangsa Iran bahwa angkatan bersenjata negara dan IRGC memiliki potensi dan kapasitas untuk menghadapi musuh, tidak peduli seberapa hebatnya," ujar dia.
"Bangsa [Iran] harus tenang dan hidup dengan ketenangan pikiran karena kami mampu menghancurkan musuh," ucapnya.
[Gambas:Video CNN]
Pernyataan Salami merupakan buah kelanjutan program misil setelah Amerika Serikat (AS) menyatakan menarik diri dari perjanjian nuklir pada 2018 lalu. Keputusan AS tersebut menjadi keuntungan bagi Iran yang mulai memberlakukan kembali sanksi terhadap Teheran.
Washington hendak menegosiasikan kesepakatan yang lebih luas untuk membatasi kerja nuklir Iran, menyetop program rudal balistik dan membatasi campur tangan dalam urusan negara-negara di Timur Tengah.
Komandan angkatan laut IRGC Alireza Tangsiri mengatakan pada September bahwa program rudal Iran sedang berkembang dan merupakan 'garis merah' untuk negosiasi.
Sementara pemimpin tertinggi Iran, Ali Khamenei pada Juni lalu menekankan bahwa pihaknya tidak akan menghentikan program misil. Ia berkeras bahwa AS tidak akan menghilangkan kemampuan program rudal Iran. (evn/evn)