Israel Kembali Tangkap Gubernur Palestina untuk Yerusalem

CNN Indonesia | Kamis, 21/11/2019 19:57 WIB
Israel Kembali Tangkap Gubernur Palestina untuk Yerusalem Gubernur Palestina untuk Yerusalem Adnan Ghaith. (AHMAD GHARABLI / AFP)
Jakarta, CNN Indonesia -- Kepolisian Israel kembali menangkap Gubernur Palestina untuk Yerusalem Adnan Ghaith, Kamis (21/11). Juru bicara kepolisian Micky Rosenfeld mengatakan kepada AFP bahwa Ghaith dijemput di rumahnya di Silwan.

"Dia ditangkap terkait aktivitas Palestina di Yerusalem," kata Rosenfeld tanpa memberikan rincian lebih lanjut.

Penangkapan Ghaith dilakukan sehari setelah pihak berwenang Israel menutup beberapa perkantoran termasuk seluruh kantor saluran televisi yang berada di Yerusalem.



Gheith telah keluar masuk penjara lebih dari sekali dalam beberapa bulan terakhir terkait dugaan penangkapan seorang warga Palestina-Amerika Serikat, Issam Akel, yang menjual tanah ke orang Yahudi. Penjualan semacam itu dianggap sebagai pengkhianatan.

Rabu kemarin, Israel menutup beberapa perkantoran termasuk seluruh kantor saluran televisi yang berada di Yerusalem. Kantor-kantor penyiaran TV itu didanai oleh Otoritas Palestina yang bermarkas di Tepi Barat.

[Gambas:Video CNN]

Menteri Keamanan Publik Israel Gilad Erdan menuduh TV Palestina telah memproduksi konten anti Israel. Menurut dia, konten yang diproduksi TV Palestina seakan-akan menjadikan Israel sebagai negara yang harus bertanggung jawab atas kejahatan perang.

"Saya akan terus mengejar kebijakan tegas terhadap segala upaya Otoritas Palestina yang melanggar kedaulatan kami," ujar Erdan dalam sebuah pernyataan.


Dalam setahun terakhir, setidaknya enam pejabat Otoritas Palestina (PA) ditangkap oleh Israel.

Israel mencaplok Yerusalem timur dalam Perang Enam Hari 1967, sebuah langkah yang tidak pernah diakui sah oleh komunitas internasional.

Israel menganggap seluruh wilayah Yerusalem sebagai ibu kotanya, sementara Palestina menginginkan wilayah timur kota itu sebagai ibu kota negara di masa depan.


Israel melarang otoritas Palestina melakukan kegiatan pemerintahan di Yerusalem. Akibatnya, otoritas Palestina menunjuk seorang menteri untuk urusan Yerusalem dan gubernur untuk kota itu yang berkantor di Al-Ram. Lokasi itu tepat di seberang tembok pemisah Israel di Tepi Barat. (dea)